Tokoh Pemuda dan Masyarakat Tanjung Balai Minta Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
Menurut Imran Simatupang, Program ini dinilai memiliki peran penting dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan siap bersaing di masa depan.
Meski demikian, masyarakat menilai pelaksanaan program di tingkat daerah masih perlu dibenahi agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh warga setempat. Mereka meminta Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional Program MBG di Kecamatan Tanjung Balai.
Dalam pernyataannya, masyarakat menyoroti minimnya keterlibatan pelaku usaha lokal dalam penyediaan bahan baku dapur MBG. Padahal, program berskala nasional tersebut diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi daerah dengan memberdayakan UMKM, petani, nelayan, dan pemasok lokal.
Selain itu, muncul aspirasi terkait proses perekrutan tenaga kerja yang dinilai belum memberikan kesempatan maksimal bagi warga setempat. Masyarakat berharap keberadaan program ini juga dapat membuka lapangan pekerjaan bagi penduduk lokal.
Sorotan lainnya tertuju pada variasi menu makanan yang dinilai masih terbatas dan cenderung berulang. Warga mendorong adanya pemanfaatan potensi pangan lokal yang lebih beragam agar kualitas gizi meningkat sekaligus mendukung sektor pertanian dan perikanan daerah.
Melalui pernyataan tersebut, tokoh pemuda dan masyarakat Tanjung Balai meminta BGN melakukan audit dan evaluasi terhadap pelaksanaan MBG, memperluas keterlibatan pelaku usaha lokal, memprioritaskan tenaga kerja daerah, serta meningkatkan variasi menu makanan.
Mereka menegaskan bahwa masukan dan kritik yang disampaikan bukan merupakan bentuk penolakan terhadap Program Makan Bergizi Gratis, melainkan upaya konstruktif agar program strategis nasional tersebut dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat Tanjung Balai.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!