Monday, 15 June 2026 | --:--:--
Hukum & Kriminal

PEMUDA KECAMATAN TANJUNG BALAI AJAK PEMERINTAH BANGUN KAMPUNG BERSINAR DI KECAMATAN TANJUNG BALAI ASAHAN

Iqbal 10 Juni 2026 • 01:22 WIB 9 views
PEMUDA KECAMATAN TANJUNG BALAI AJAK PEMERINTAH BANGUN KAMPUNG BERSINAR DI KECAMATAN TANJUNG BALAI ASAHAN
Kecamatan Tanjung Balai mendesak pemerintah segera membangun "Kampung Bersinar" (Bersih dari Narkoba) akibat darurat peredaran narkoba yang kian masif.

TANJUNG BALAI — Maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkotika di wilayah Kecamatan Tanjung Balai, Kabupaten Asahan, kian mencapai titik yang mengkhawatirkan. Kondisi geografis wilayah ini, terutama kawasan perairan Bagan Asahan, ditengarai telah lama bertransformasi menjadi salah satu pintu masuk utama (jalur tikus) penyelundupan barang haram tersebut dari luar negeri.

Merespons krisis sosial dan keamanan yang terus mengancam masa depan generasi muda ini, aliansi pemuda setempat mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera mengambil langkah taktis dan masif. Salah satu solusi konkret yang ditawarkan adalah pembentukan "Kampung Bersinar" (Bersih dari Narkoba) sebagai benteng pertahanan utama di tingkat akar rumput.

Jalur Laut dan Ancaman di Batas Negeri

Kecamatan Tanjung Balai yang secara administratif terdiri dari 8 desa—yaitu Desa Sei Apung, Sei Apung Jaya, Asahan Mati, Pematang Sei Baru, Kapuas Batu 8, Bagan Asahan, Bagan Asahan Pekan, dan Bagan Asahan Baru—kini berada dalam bayang-bayang darurat narkoba.

Namun, dari delapan wilayah tersebut, sorotan tajam tertuju pada kawasan pesisir yang dikenal sebagai "Desa 3 Bagan" (Bagan Asahan, Bagan Asahan Pekan, dan Bagan Asahan Baru). Berdasarkan analisis pergerakan lokal, kawasan ini diidentifikasi sebagai titik dengan peredaran narkoba paling masif. Kedekatan geografis dengan jalur laut internasional membuat wilayah perairan ini rentan dimanfaatkan oleh jaringan sindikat pengedar internasional.

"Kita tidak bisa lagi menggunakan cara-cara biasa untuk isu yang sudah luar biasa merusak ini. Perlu ada tindakan pencegahan secara masif, terstruktur, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, kami meminta pemerintah segera membangun Kampung Bersinar, khususnya di titik kritis seperti Desa 3 Bagan," ujar salah satu perwakilan pemuda setempat.

Mengapa Harus Kampung Bersinar?

Pendekatan "Kampung Bersinar" dinilai mendesak karena program ini tidak hanya fokus pada penegakan hukum (pemberantasan), tetapi juga menitikberatkan pada:

  • Pencegahan Berbasis Komunitas: Memperkuat imunitas sosial masyarakat agar mampu menolak masuknya narkoba.
  • Rehabilitasi dan Edukasi: Menyediakan ruang bagi korban penyalahgunaan untuk pulih tanpa stigma.
  • Partisipasi Aktif Pemuda: Menjadikan ruang-ruang publik di desa sebagai pusat kegiatan positif dan produktif.

Jika pemerintah tidak segera turun tangan membangun episentrum pencegahan di Desa 3 Bagan, dikhawatirkan rantai pasokan dan ketergantungan narkoba di wilayah Tanjung Balai Asahan akan menjadi lingkaran setan yang mustahil diputus di masa depan. Pemuda setempat menegaskan bahwa menyelamatkan Asahan harus dimulai dari menjaga gerbang lautnya.

-IM

Komentar

0 Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Artikel Terkait