Monday, 15 June 2026 | --:--:--
Hukum & Kriminal

Mengusut Gurita Korupsi Badan Gizi Nasional: Ada Indikasi Jual Beli Lokasi Dapur Gratis di Asahan?

Iqbal 10 Juni 2026 • 01:45 WIB 7 views
Mengusut Gurita Korupsi Badan Gizi Nasional: Ada Indikasi Jual Beli Lokasi Dapur Gratis di Asahan?
Kejaksaan Agung didesak mengusut tuntas dugaan korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN) hingga ke wilayah Kabupaten Asahan, tidak sebatas pada tiga mantan pejabat yang menjadi tersangka. Kasus ini mencuat seiring adanya indikasi kuat praktik jual beli titik lokasi dapur program Makan Bergizi Gratis (SPPG) yang ditemukan dari hasil penyidikan awal.

ASAHAN – Dugaan korupsi yang merebak di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN) kini tengah menuai sorotan tajam publik. Kejaksaan Agung (Kejagung) didesak tidak hanya mengusut kasus ini hingga ke akarnya, tetapi juga melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh unit pelayanan gizi yang beroperasi di Kabupaten Asahan, Sumatra Utara.

Kasus yang mempertaruhkan program kesejahteraan rakyat ini dinilai tidak boleh berhenti hanya pada penetapan tiga mantan pejabat BGN sebagai tersangka. Pengusutan tersebut harus menjadi pintu masuk untuk membongkar jaringan korupsi yang lebih luas.

"Harus diusut tuntas, termasuk siapa saja yang diduga menikmati aliran dana dari program yang seharusnya untuk pemenuhan gizi masyarakat ini," ungkap Iqbal Mingka

Indikasi Jual Beli Titik Lokasi Dapur "Makan Gratis"

Hal yang paling mengkhawatirkan dari pusaran kasus ini adalah munculnya indikasi praktik jual beli titik lokasi pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), atau yang lebih dikenal sebagai dapur program Makan Bergizi Gratis.

Dugaan praktik lancung tersebut terungkap berdasarkan informasi awal yang diperoleh dari jalur penyidikan yang sedang berjalan. Jika terbukti, hal ini jelas mencederai program strategis nasional yang digagas untuk menurunkan angka stunting dan memperbaiki gizi anak bangsa.

Masyarakat kini menunggu langkah tegas dari aparat penegak hukum agar dana yang bersumber dari uang rakyat benar-benar kembali ke tangan yang berhak, bukan malah menguap ke kantong para koruptor.

Komentar

0 Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Artikel Terkait