Wednesday, 01 July 2026 | --:--:--
Olahraga

Belanda Tersingkir! Maroko Menang Dramatis Lewat Adu Penalti di Piala Dunia 2026

Admin Reduksia 1 Juli 2026 • 04:44 WIB 1 views
Belanda Tersingkir! Maroko Menang Dramatis Lewat Adu Penalti di Piala Dunia 2026
Timnas Belanda harus mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 setelah kalah dramatis dari Maroko melalui adu penalti. Pertandingan yang berlangsung sengit berakhir imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu sebelum Maroko memastikan kemenangan 3-2 dalam adu penalti. Kekalahan ini menjadi salah satu kejutan terbesar di babak gugur turnamen.

REDUKSIA.COM – Kejutan besar kembali menghiasi babak gugur Piala Dunia 2026. Tim Nasional Belanda harus mengakhiri perjalanan mereka lebih cepat setelah kalah dramatis dari Maroko melalui babak adu penalti pada pertandingan babak 32 besar yang berlangsung di Stadion Monterrey, Meksiko, Senin (29/6) waktu setempat.

Laga yang diprediksi berlangsung ketat tersebut benar-benar menyajikan pertandingan penuh drama selama 120 menit. Kedua tim sama-sama menampilkan permainan disiplin dengan intensitas tinggi. Belanda yang lebih diunggulkan tampil dominan dalam penguasaan bola, sedangkan Maroko mengandalkan pertahanan rapat serta serangan balik cepat yang beberapa kali merepotkan lini belakang De Oranje.

Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Belanda langsung mengambil inisiatif menyerang. Duet gelandang Frenkie de Jong dan Tijjani Reijnders berhasil mengontrol tempo permainan. Sementara itu, Cody Gakpo dan Xavi Simons beberapa kali mencoba membongkar pertahanan Maroko melalui kombinasi umpan pendek maupun serangan dari sisi sayap.

Meski mendominasi penguasaan bola hingga lebih dari 60 persen, Belanda kesulitan menciptakan peluang bersih. Barisan pertahanan Maroko tampil sangat disiplin dan mampu menutup setiap ruang yang dimanfaatkan para pemain Belanda. Kiper Yassine Bounou juga tampil tenang setiap kali mendapat tekanan dari lini depan lawan.

Di sisi lain, Maroko tidak hanya bertahan. Tim berjuluk Atlas Lions tersebut beberapa kali mengancam melalui skema serangan balik cepat yang memanfaatkan kecepatan para pemain sayap mereka. Beberapa peluang sempat tercipta, namun belum mampu mengubah kedudukan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, tempo pertandingan semakin meningkat. Belanda mulai bermain lebih agresif demi memecah kebuntuan. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-72 ketika Cody Gakpo berhasil memanfaatkan umpan matang dari sisi kanan dan melepaskan penyelesaian yang tidak mampu dihentikan Bounou. Gol tersebut disambut meriah oleh para pendukung Belanda yang memenuhi tribun stadion.

Setelah unggul satu gol, Belanda mencoba menurunkan tempo permainan dan lebih banyak menjaga penguasaan bola. Strategi tersebut sempat berjalan efektif karena Maroko kesulitan menciptakan peluang berbahaya. Namun memasuki sepuluh menit terakhir pertandingan, tekanan Maroko semakin meningkat.

Pelatih Mohamed Ouahbi melakukan sejumlah pergantian pemain yang terbukti mengubah jalannya pertandingan. Maroko mulai bermain lebih berani dengan menekan tinggi lini pertahanan Belanda. Hasilnya, pada masa injury time mereka berhasil mencetak gol penyama kedudukan melalui Issa Diop setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang Belanda.

Gol tersebut membuat seluruh pemain dan suporter Maroko bersorak gembira, sementara kubu Belanda tampak kehilangan konsentrasi. Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal usai sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke babak tambahan waktu.

Selama 30 menit extra time, kedua tim tetap bermain terbuka. Belanda kembali mendominasi jalannya laga dan beberapa kali memperoleh peluang emas melalui Memphis Depay serta Donyell Malen. Sayangnya, penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat peluang tersebut gagal dikonversi menjadi gol.

Maroko juga tidak tinggal diam. Serangan balik cepat mereka beberapa kali memaksa lini belakang Belanda bekerja keras. Penampilan gemilang kedua penjaga gawang membuat tidak ada tambahan gol hingga wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.

Drama adu penalti menjadi penentu nasib kedua tim. Pada babak inilah pengalaman dan ketenangan para pemain Maroko benar-benar terlihat. Kiper Yassine Bounou kembali menjadi pahlawan dengan menggagalkan tendangan dua eksekutor Belanda. Di sisi lain, para penendang Maroko tampil lebih tenang sehingga berhasil mengamankan kemenangan 3-2 dalam adu penalti.

Kemenangan tersebut langsung disambut suka cita oleh para pemain, staf pelatih, dan ribuan pendukung Maroko yang hadir di stadion. Mereka merayakan keberhasilan lolos ke babak 16 besar setelah kembali menyingkirkan salah satu negara kuat Eropa.

Bagi Belanda, hasil ini menjadi pukulan besar sekaligus memperpanjang catatan kurang memuaskan mereka di turnamen besar dalam beberapa tahun terakhir. Padahal sebelum pertandingan dimulai, De Oranje lebih banyak dijagokan karena memiliki materi pemain yang lebih berpengalaman dan tampil cukup konsisten selama fase grup.

Kekalahan ini juga memunculkan berbagai kritik terhadap strategi yang diterapkan pelatih Ronald Koeman. Banyak pengamat menilai Belanda bermain terlalu hati-hati setelah unggul sehingga kehilangan momentum untuk menambah gol. Pergantian pemain yang dilakukan juga dinilai kurang memberikan dampak positif terhadap permainan tim.

Sementara itu, keberhasilan Maroko kembali membuktikan bahwa pencapaian mereka sebagai semifinalis Piala Dunia 2022 bukanlah sebuah kebetulan. Dalam beberapa tahun terakhir, sepak bola Maroko menunjukkan perkembangan yang sangat pesat, baik dari segi kualitas pemain maupun organisasi permainan.

Pelatih Mohamed Ouahbi mengaku bangga dengan semangat juang anak asuhnya. Menurutnya, kemenangan atas Belanda merupakan hasil kerja keras seluruh pemain yang tetap percaya diri meski sempat tertinggal hingga menit-menit akhir pertandingan.

"Kami tidak pernah berhenti percaya. Para pemain menunjukkan karakter luar biasa hingga detik terakhir. Kami datang ke turnamen ini bukan hanya untuk berpartisipasi, tetapi juga untuk bersaing dengan tim-tim terbaik dunia," ujar Ouahbi usai pertandingan.

Dengan hasil tersebut, Maroko resmi melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 dan akan menghadapi Kanada dalam pertandingan berikutnya. Laga tersebut diperkirakan akan berlangsung sengit mengingat Kanada juga tampil mengejutkan sepanjang turnamen sebagai salah satu tuan rumah.

Sementara itu, Belanda harus menerima kenyataan pahit tersingkir lebih awal. Federasi Sepak Bola Belanda diperkirakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa tim nasional, termasuk masa depan Ronald Koeman sebagai pelatih kepala. Banyak pihak berharap De Oranje mampu bangkit dan mempersiapkan regenerasi pemain untuk menghadapi kompetisi internasional berikutnya.

Kekalahan Belanda sekaligus menjadi bukti bahwa Piala Dunia 2026 kembali menghadirkan banyak kejutan. Sejumlah tim unggulan mulai berguguran sejak babak awal, sementara negara-negara yang sebelumnya dianggap kuda hitam justru mampu tampil impresif dan melangkah lebih jauh. Turnamen tahun ini pun diprediksi masih akan menghadirkan banyak drama hingga partai final.

Komentar

0 Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Artikel Terkait